TEKA TEKI MATEMATIKA: MENENTUKAN UANG LOGAM YANG PALSU DENGAN 3x MENIMBANG

TEKA TEKI MATEMATIKA: MENENTUKAN UANG LOGAM YANG PALSU DENGAN 3x MENIMBANG

Ivan Taniputera

7 Juni 2014

 

 

Terdapat 11 mata uang logam, salah satu di antaranya palsu (tentu saja yang palsu beratnya akan lebih ringan). Bagaimana cara menentukan mata uang logam yang palsu tersebut hanya dengan tiga kali menimbang?

JAWAB:

Pisahkan mata uang logam itu menjadi 4-4 dan 3.

Kemungkinan 1: uang logam palsu ada kelompok 4-4 itu.

Timbang dahulu yang 4-4 itu. Jika salah satu lebih ringan, maka bagi menjadi 2-2 dan timbang.

Salah satu di antara kelompok 2-2 itu pasti ada yang ringan.

Lalu di kelompok 2-2 yang ringan itu tinggal menimbang saja 1-1. Dengan demikian, yang palsu akan diketahui dengan tiga kali menimbang.

Kemungkinan 2: uang logam palsu ada di kelompok 3.

Yakni jika penimbangan kelompk 4-4 itu ternyata sama beratnya.

Berarti salah satu di antara kelompok 3 itu ata yang palsu

Timbang dahulu 1-1, jika setimbang, maka yang palsu itu pasti yang tersisa 1 tersebut.

Jika tidak setimbang, maka langsung diketahui mana yang palsu.

Ringkasnya begini.

Kemungkinan 1:

4-4

2-2

1-1

Kemungkinan 2:

1-1=> jika setimbang, yang tersisa adalah palsu.

Bimbingan belajar untuk kota Semarang:

MENYELESAIKAN SOAL FISIKA SMA: KECEPATAN TERMINAL AIR HUJAN

MENYELESAIKAN SOAL FISIKA SMA: KECEPATAN TERMINAL AIR HUJAN

Ivan Taniputera

7 Juni 2014

 

 

Soalnya adalah sebagai berikut:

Suatu hari hujan turun dengan derasnya. Apabila diketahui bahwa jari-jari tetesan air hujan adalah 0,2 mm (0,2.10^-3 m), massa jenis udara = 1.29 kg/m^3, massa jenis air = 1.000 kg/m^3. koefisien viskositas udara = 1,8.10^-5 kg/ms, maka hitunglah kecepatan terminalnya.

JAWAB:

Rumus kecepatan terminal adalah:

Vt =(2.r^2.g/9.η).(ρb-ρf)

r = jari-jari benda (m)
g = percepatan gravitasi (m/s^2)
η = koefisien viskositas fluida (Pa.s atau kg/m.s)
ρb = masa jenis benda (kg/m^3)
ρf = massa jenis fluida (kg/m^3)

Diketahui:

r = 0,2.10^-3 m
g = 10 m/s^2
η = 1,8.10^-5 kg/m.s
ρb = 1000 kg/m^3
ρf = 1,29 kg/m^3

Catatan: Dalam hal ini benda adalah tetesan air hujan, sedang fluidanya adalah udara.

Kita tinggal masukkan saja ke dalam rumus:

Vt = (2. (0,2.10^-3)^2/9.1.8.10^-5)/(1000-1.29)

Vt = 0,5 m/s

Bimbingan belajar untuk Kota Semarang.

MATEMATIKA SMP: APA YANG DIMAKSUD BERBANDING LURUS DAN TERBALIK?

MATEMATIKA SMP: APA YANG DIMAKSUD BERBANDING LURUS DAN TERBALIK?

Ivan Taniputera

2 Juni 2014

 

Berbanding lurus maksudnya adalah jika yang satu bertambah banyak, maka pihak satunya lagi juga bertambah banyak. Contohnya adalah jumlah undangan pesta dan hidangan yang harus disediakan. Apabila tamu yang diundang bertambah banyak, maka hidangan yang harus disediakan juga harus bertambah banyak. Jikalau hidangannya bertambah sedikit, maka akan terjadi kekurangan atau terdapat tamu yang tidak mendapatkan hidangan. Contoh lain adalah jumlah roti dan bahan yang dibutuhkan untuk membuatnya. Apabila hendak membuat lebih banyak roti, maka bahannya harus ditambah pula.

Berbanding terbalik maksudnya adalah jika yang satu bertambah banyak, maka pihak satunya lagi justru bertambah sedikit, dan demikian pula sebaiknya. Contohnya adalah jumlah pekerja dan lama waktu yang dibutuhkan dalam membangun rumah. Jika semakin banyak pekerja, maka waktu diperlukan dalam membangun rumah semakin singkat. Contoh lain adalah kecepatan dan waktu tempuh. Semakin cepat kita mengendarai kendaraan, maka waktu tempuhnya juga makin singkat.

Silakan kunjungi grup kami https://www.facebook.com/groups/539848279458850/

Bimbingan belajar di kota Semarang.

PEMECAHAN SOAL-SOAL FISIKA SMP: PENERAPAN KONSEP MENGENAI TEKANAN

PEMECAHAN SOAL-SOAL FISIKA SMP: PENERAPAN KONSEP MENGENAI TEKANAN

Ivan Taniputera

1 Juni 2014

 

Rumus tekanan adalah:

P = F/A

F = Gaya tekan, satuan Newton (N)

A = Luas bidang tekan, satuan meter persegi (m2)

P = Tekanan, satuan Newton/meter persegi (N/m2)

1 N/m2 juga disebut 1 Pascal (Pa).

Gaya tekan berbanding lurus dengan tekanan:

  • Semakin besar gaya tekan, maka tekanan juga semakin besar.
  • Semakin kecil gaya tekan, maka tekanan juga semakin kecil.

Luas permukaan bidang tekan berbanding terbalik dengan tekanan:

  • Semakin besar luas bidang tekan, maka tekanan semakin kecil.
  • Semakin kecil luas bidang tekan, maka tekanan semakin besar.

Berikut ini adalah soal-soal terkait penerapan tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

1.Mengapa bebek lebih mudah berjalan di atas lumpur dibandingkan ayam?

Jawab: Penampang luas kaki bebek lebih besar dibandingkan ayam, sehingga luas permukaan bidang tekannya terhadap lumpur juga lebih besar. Karena luas permukaan bidang tekan berbanding terbalik dengan tekanan, maka tekanan kaki bebek pada lumpur lebih kecil dibandingkan tekanan kaki ayam pada lumpur. Itulah sebabnya bebek lebih mudah berjalan di atas lumpur dibandingkan ayam?

2.Mengapa memotong dengan pisau yang tajam lebih mudah dibandingkan dengan pisau yang tumpul?

Jawab: Luas permukaan penampang pisau yang tajam lebih kecil dibandingkan pisau tumbul, sehingga luas permukaan bidang tekannya akan lebih kecil. Karena luas permukaan bidang tekan berbanding terbalik dengan tekanan, maka tekanan yang dihasilkan pisau tajam lebih besar dibandingkan tekanan yang dihasilkan oleh pisau tumpul. Itulah sebabnya lebih mudah memotong dengan pisau yang tajam.

3.Lebih menyakitkan mana terinjak oleh sepatu yang bertumit rata atau bertumit runcing?

Jawab: Luas penampang sepatu bertumit rata lebih besar dibandingkan luas penampang sepatu bertumit runcing. Oleh karena luas penampang berbanding terbalik dengan tekanan, maka sepatu bertumit runcing akan memberikan tekanan lebih besar dibandingkan sepatu bertumit rata. Itulah sebabnya terinjak sepatu bertumit runcing lebih menyakitkan dibandingkan terinjak sepatu bertumit rata.

Bimbingan belajar untuk kota Semarang.