BULAN SIDEREAL DAN SINODIK

BULAN SIDEREAL DAN SINODIK.

.

Ivan Taniputera.

18 Agustus 2017.

.

Artikel kali ini akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan bulan sidereal dan bulan sinodik.

.

Bulan Sidereal adalah waktu yang diperlukan oleh bulan berputar mengitari bumi dalam satu lingkaran penuh atau 360 derajat. Sedangkan bulan bulan sinodik adalah waktu yang diperlulan dari satu bulan baru ke bulan baru berikutnya. Keduanya tidaklah memiliki rentang waktu yang sama. Mengapa demikian? Jika kita mengambil kedudukan saat suatu bulan baru sebagai acuan, maka saat bulan sudah mengitari bumi dalam satu lingkaran penuh, bumi, bulan, dan matahari belumlah terletak segaris. Padahal letak segaris itu merupakan syarat bagi bulan baru. Itulah sebabnya, bulan harus bergerak sedikit lagi agar letaknya menjadi segaris dengan bumi beserta matahari dan bulan baru terjadi kembali. Dengan demikian, bulan sinodis lebih lama dibandingkan bulan sidereal. Agar jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut.

.

 
 

.

Lama bulan sidereal adalah 27 hari, 7 jam, dan 43 menit atau 27, 32166 hari.

Lama bulan sinodik adalah 29 hari, 12 jam, dan 44 menit atau 29, 53059 hari.

Itulah sebabnya, bulan baru terjadi setiap kurang lebih 29,5 hari.

.

Oleh karenanya kita dapat menghitung bahwa bulan bergerak 360 derajat:27,32166 setiap harinya atau 13,176 derajat.

.

Dengan demikian, kita sudah mengenal mengenai bulan sidereal dan sinodik.

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT.

.

Ivan Taniputera.

16 April 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai hubungan antara massa planet dan jumlah satelit yang dimilikinya. Pertama-tama saya akan memaparkan massa masing-masing planet beserta jumlah bulan yang dimilikinya.

.

  • Merkurius: massa: 0.055 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Venus: massa: 0.815 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Bumi: massa: 1 x massa Bumi. Jumlah satelit: 1
  • Mars: massa: 0.107 x massa Bumi. Jumlah satelit: 2
  • Jupiter: massa: 317.8 x massa Bumi. Jumlah satelit: 67
  • Saturnus: massa: 95.159 x massa Bumi. Jumlah satelit: 62
  • Uranus: massa: 15.536 x massa Bumi. Jumlah satelit: 27
  • Neptunus: massa: 17.147 x massa Bumi. Jumlah satelit: 14
  • Pluto: massa: 0.183 x massa Bumi. Jumlah satelit: 5

.

Sebagai catatan: Jumlah satelit mungkin saja akan berubah seiring berjalannya waktu, yakni dengan ditemukannya satelit-satelit baru yang belum diketahui sebelumnya. Kedua, Pluto tetap saya masukkan sebagai planet.

.

Kita akan menuangkan hubungan tersebut dalam bentuk grafik.

.

 
 

.

Meski nampak adanya kecenderungan planet dengan massa lebih besar mempunyai banyak satelit; tetapi tidak ada hubungan langsung antara massa dengan jumlah satelit. Sebagai contoh, Mars yang mempunyai massa lebih kecil dibanding Bumi justru mempunyai satelit lebih banyak dibanding bumi. Pluto yang mempunyai massa jauh lebih kecil dibanding Bumi, justru mempunyai lima buah satelit.

.

Dengan demikian, terdapat banyak faktor yang menentukan jumlah satelit. Nampaknya jumlah satelit itu merupakan kebetulan saja. Hanya saja, massa yang lebih besar memperbesar atau meningkatkan peluang suatu planet menangkap benda langit lain yang melintas dan menjadikannya sebagai satelit. Jadi, fungsi massa di sini hanya meningkatkan peluang suatu planet mempunyai lebih banyak satelit, tetapi bukan satu-satunya penentu.

.

Lebih jauh lagi, menurut rumus hukum gravitasi universal Newton yang memerikan besarnya gaya tarik menarik antara dua benda; yakni:

.

F = G.m1.m2/r^2

.

G = konstanta gravitasi

m1 dan m2 = massa

r = jarak kedua benda

.

jelas sekali bahwa semakin besar m1 atau m2, semakin besar pula gaya tarik menarik antara dua benda tersebut. Bila dikaitkan dengan jumlah satelit yang dimiliki suatu planet, maka besarnya gaya tarik itu berperan sebagai berikut:

.

1) Menarik benda-benda langit yang melintas dengannya dan menjadikan benda langit tersebut sebagai satelit.

2) Mempertahankan satelit yang telah dimilikinya.

.

Jadi, wajar saja jika planet dengan massa yang besar mempunyai peluang mempunyai lebih banyak satelit.