JAWABAN SOAL REDUKSI OKSIDASI (REDOKS)

JAWABAN SOAL REDUKSI OKSIDASI (REDOKS).

.
Ivan Taniputera.
30 Januari 2017
.
PERTANYAAN:
.
Diberikan reaksi kimia sebagai berikut:
Cr + H2SO4 ===> Cr2(SO4)3 + SO2 + H2O
Tentukan reduktor, oksidator, hasil reduksi, dan hasil oksidasi.
.
JAWABAN:
.
Pertama-tama kita menentukan terlebih dahulu unsur-unsur yang mengalami oksidasi dan reduksi. Adapun yang dimaksud dengan unsur mengalami oksidasi adalah unsur yang naik bilangan oksidasinya. Sedangkan unsur mengalami reduksi jika bilangan oksidasinya turun. Biasanya dalam soal yang mengalami oksidasi dan reduksi adalah unsur-unsur selain H dan O. H mempunyai bilangan oksidasi +1; sdangkan O mempunyai bilangan oksidasi +2.
.
Dalam hal ini yang kita perhatikan adalah Cr dan S. Kita amati Cr terlebih dahulu. 
.
Cr pada ruas kiri mempunyai muatan 0, sehingga bilangan oksidasinya adalah 0
Kini kita akan menghitung berapa bilangan oksidasi Cr pada ruas kanan. Cr terdapat pada Cr2(SO4)3. Kita pisahkan ionnya Cr +3 dan (SO4) -2. Jadi bilangan oksidasi Cr di ruas kanan adalah +3.
Jadi Cr mengalami oksidasi karena naik bilangan oksidasinya dari 0 ke +3.
.
Kita beralih pada S.
S di ruas kiri terdapat pada H2SO4. Kita pisahkan atas ion-ionnya: H +1 dan (SO4) -2. Kita misalkan bilangan oksidasi S adalah x. Jadi berlaku: x + 4(-2) = -2. Maka x = +6. Bilangan oksidasi S di ruas kanan adalah +6. 
.
Sebagai penjelasan tambahan 4(-2) berasal dari bilangan oksidasi O, yakni -2. Karena ada 4 O, maka 4(-2). Sama dengan -2, karena bilangan oksidasi SO4 secara keseluruhan adalah -2. 
.
S di ruas kanan terdapat pada SO2. Misalkan bilangan oksidasi S di ruas kanan adalah y. Jadi berlaku: y + 2(-2) = 0; maka y = +4. Bilangan oksidasi S di ruas kanan adalah +4.
Jadi S mengalami reduksi karena turun bilangan oksidasinya dari +6 ke +4
.
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi, yakni H2SO4.
Reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi, yakni Cr.
Cr mengalami oksidasi menjadi Cr2(SO4)3; jadi hasil oksidasi adalah Cr2(SO4)3.
H2SO4 mengalai reduksi menjadi SO2; jadi hasil reduksi adalah SO2.
.
 
Mudah bukan?
Advertisements

BILANGAN OKSIDASI KARBON (C) PADA BERBAGAI ASAM

BILANGAN OKSIDASI KARBON (C) PADA BERBAGAI ASAM 

Ivan Taniputera

27 Mei 2015

1) H2CO2 disebut Asam Karbonit

CO2 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi Bilangan oksidasi C = -2+4, yakni +2

.

2) H2CO3 disebut Asam Karbonat

CO3 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = -2+6, yakni +4

.

3) H2CO4 disebut Asam Perkarbonat

CO4 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = -2+8, yakni +6

.

4 H2C2O4 disebut Asam Oksalat

C2O4 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = (-2+8):2, yakni +3

.

Dengan demikian, Karbon mungkin mempunyai bilangan oksidasi yang berbeda-beda.

APAKAH VOLUMENYA TETAP?

APAKAH VOLUMENYA TETAP?

 

Ivan Taniputera

3 Oktober 2013

 

 

 

Marilah kita cermati pertanyaan berikut. Misalkan ada cairan A sebanyak 2 liter, direaksikan dengan cairan B sebanyak 3 liter, sehingga membentuk senyawa misalnya A2B. Pertanyaannya apakah senyawa A2B itu volumenya akan menjadi 5 liter?

 

Jawabnya adalah tidak. Volumenya akan menyusut kurang dari 5 liter. Mengapa demikian?

 

Silakan berhatikan gambar ini,

 

 

Butiran-butiran berwarna kuning mewakili molekul-molekul zat A

Butiran-butiran berwarna biru mewakili molekul-molekul zat B

 

Sementara itu pada zat A2B, maka nampak bahwa molekul-molekul zat A dapat menyelip di antara molekul-molekul zat B. Oleh karenanya, volumenya pasti akan kurang dari 5 liter.

 

Namun massa zat adalah tetap. Sebagai contoh zat A sebanyak 2 kg  direaksikan zat B sebanyak 3 kg, maka zat A2B yang dihasilkan adalah pasti 5 kg.

 

Itulah sebabnya terdapat hukum kekekalan massa, tetapi tidak ada hukum kekalan volume.